Tips Membuat Proyeksi Keuangan Startup Saat Menggalang Dana ke Investor


Published 28 Jul 2020 17:09

Jika anda ingin membangun sebuah startup, ada beberapa faktor yang akan menjadikan startup yang dibangun memiliki masa depan yang bagus. Salah satunya adalah penggalangan dana atau fundraising, suka tidak suka ini merupakan kunci kesuksesan startup. Untuk itu sebelum menggalang dana ke investor perlunya untuk membuat proyeksi keuangan. 

1.Menyertakan Metrik Finansial

Dalam setiap fundraising, investor pasti akan memeriksa kondisi seputar perkembangan produk, jumlah pengguna, angka penghasilan keseluruhan dan resiko yang akan terjadi. Sudah bukan rahasia jika indikator utama yang pertama dilihat adalah laporan keuangan yang disajikan dengan financial metric. Metrik tersebut adalah angka yang menunjukan performa keuangan mulai dari aset, likuiditas neraca keuangan, arus kas operasional dan yang terakhir adalah pertumbuhan laba bersih pada laporan laba rugi. 

2.Indikator Keuangan 

Untuk melakukan pendekatan kepada investor adalah dengan membuat indikator keuangan. Yang terdiri dari 

Variable Expenses: Investor akan melihat apakah performa keuangan efisien, terutama dalam menjalankan bisnis.

Operating Expenses: Investor memastikan tidak ada situasi yang berpotensi menjadi masalah di kemudian hari.

Marketing Expenses: melalui indikator ini investor juga akan memperhitungkan units economics startup anda agar berimbang.

3.Menyajikan dengan Rapi

Setelah menguraikan detail data keuangan, penting juga agar startup menyajikan data secara terstruktur, rapi, dan mudah dibaca. Bagian ini juga termasuk  penilaian investor terhadap startup anda karena dinilai seberapa siapkah anda untuk mengerti produk yang anda tawarkan kepada investor.

Setelah memahami langkah-langkah tersebut, ini saatnya anda melakukan demo atau presentasi kepada investor.