Cleansheet Terpilih sebagai “Best of the Best Startup” di The NextDev Talent Scouting


Published 14 Mar 2022 12:41

The NextDev Talent Scouting 2021 telah mencapai babak puncak dan mengukuhkan Cleansheet sebagai Best of the Best Startup. Usaha yang diinisiasi oleh Dihqon Nadaamist itu terpilih setelah melalui proses inkubasi hingga akhirnya melaju ke babak grand final. 

Para finalis telah dikurasi oleh tim ahli kemudian dikerucutkan 3 besar untuk masing-masing kategori. Mulai dari Economic Empowerment, EdTech for Change, Health Revolution, dan Tourism & EcoTourism. Setiap kategori dirancang berdasarkan Sustainable Development Goals dari PBB demi membentuk startup yang mampu menyediakan solusi berbasis teknologi terhadap tantangan fundamental di tengah masyarakat.

Secara garis besar, The NextDev bertujuan untuk memfasilitasi para pegiat industri kreatif untuk saling berkolaborasi dan memaksimalkan potensi digital. Social impact menjadi poin penting di sini. Sebab, nantinya mereka diharapkan bisa menghadirkan solusi berdampak positif yang dapat membuka segala kemungkinan bagi masyarakat.

Fadjar Hutomo selaku Deputi Bidang Industri dan Investasi KemenParekraf RI, menyambut baik misi The NextDev. Menurutnya, untuk mengembangkan startup di Indonesia dibutuhkan ekosistem yang positif dan The NextDev Talent Scouting menjadi wadah ideal untuk itu. 

Sekilas soal Cleansheet

Semuanya berawal pada 2019. Dihqon yang ketika itu masih berkuliah, berinisiatif untuk menawarkan jasa bersih-bersih di rumah dosennya. Dia melihatnya sebagai peluang karena kebetulan dosennya tak memiliki ART.

“Saya datang ke rumahnya. Saya ngepel, nyapu, dan lampu di atas juga saya bersihin. Terus kamar mandi juga. Pokoknya, sampai benar-benar bersih,” ujarnya.

Dari jasa itu Dihqon mendapatkan komisi sekaligus dan makan gratis. Tak sampai di situ, dosennya kemudian mempromosikan Dihqon ke para kenalannya. Metode word of mouth ini berhasil. Perlahan Dihqon mulai dikenal dan mendapatkan banyak panggilan untuk melakukan jasa cleaning di rumah-rumah. 

Dihqon lalu berinisiatif untuk mengajak teman-temannya untuk bergabung. Salah satunya, Sirojul Abidin, yang kemudian menjadi Co-Founder & Operasional Cleansheet.

“Dengan adanya Cleansheet ini terbantu secara finansial. Selain itu saya juga banyak belajar hal lainnya,” kata Sirojul. 

Yang menarik, Cleansheet ini merangkul mahasiswa, pelajar, dan anak putus sekolah dalam pelaksanaannya. Selama dua tahun terakhir, Cleansheet telah  memberdayakan 114 anak muda dan memberikan beasiswa kepada 11 pelajar untuk melanjutkan pendidikannya.

“Harapan kami, masalah kebersihan teratasi, pengangguran serta kemiskinan berkurang dan berujung kepada pengentasan kemiskinan,” ucap Dihqon.