Bizhare, Merangkul UMKM sekaligus Memudahkan Investasi Berbisnis


Published 05 Apr 2022 18:09

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dikenal sebagai salah satu model dalam kegiatan perdagangan. Usaha ini biasanya dilakukan oleh individu atau perorangan dengan badan usaha yang lingkupnya lebih kecil (lebih dikenal dengan istilah mikro). 

Sebagaimana dilansir situs Bappenas, UMKM memiliki kontribusi cukup besar untuk perekonomian Indonesia. Mulai dari perluasan lapangan kerja, pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), dan penyediaan jaring pengaman bagi masyarakat berpendapatan rendah.

Hal ini menjadi sorotan utama bagi Bizhare. Sebagai platform investasi bisnis, mereka bertujuan untuk menyelesaikan masalah kekurangan modal yang dialami oleh bisnis UMKM. Caranya adalah dengan berbagi kepemilikan sahamnya kepada masyarakat. Jadi bukan hanya UMKM saja yang terbantu, tetapi masyarakat juga bisa dapat passive income dari bisnis tersebut. 

Apa yang Bizhare tawarkan berbeda dengan beberapa platform fintech yang memberikan fasilitas berupa pinjaman seperti  Peer to Peer Lending (P2P) Lending. Mereka mencanangkan Equity Crowdfunding yakni proses mengumpulkan sejumlah uang untuk membiayai suatu usaha oleh beberapa orang secara bersama-sama. Well, konsep kepemilikan saham secara gotong royong ini notabene cocok dengan budaya Indonesia. 

Pemberi dana dalam konsep Equity Crowdfunding berhak mendapatkan keuntungan selama bisnis tersebut berjalan. Sementara untuk P2P pemberi dana hanya berstatus sebagai pemberi pinjaman dan mendapatkan keuntungan berdasarkan bunga yang dibayarkan dalam jangka waktu tertentu.

Heinrich Vincent, CEO dan Co-Founder Bizhare, dalam wawancaranya bersama The NextDev menyebut konsep Bizhare sebagai demokratisasi investasi. Artinya, yang tadinya investasi hanya bisa dilakukan oleh level menengah ke atas kini bisa dengan mudah diterapkan oleh kalangan yang lebih luas. 

“Investasi patungan bisa dimulai dari satu juta rupiah ke franchise seperti Alfamart dan UMKM macam Bakso Rusuk atau Dawet Kemayu,” ujar Vincent.

Cara untuk memulai investasi juga mudah karena Bizhare sudah memiliki aplikasi yang bisa diakses lewat telepon genggam. Tinggal mengunduh aplikasi kemudian memilih bisnis mana yang akan dipilih untuk investasi beserta besaran jumlahnya. Nah, nantinya Bizhare akan membantu distribusi laporan keuangan beserta dividen yang akan dikirimkan setiap bulannya secara otomatis. 

Sejak berdiri dari 2017 hingga sekarang, Bizhare telah mendapatkan 140 ribu investor. Total investasi sudah mencapai 97,1 miliar dengan 75 bisnis penerbit.