Pentingnya Validasi Ide Startup


Published 30 Mei 2022 13:08

Validasi ide adalah fondasi untuk mendirikan sekaligus menjaga kelangsungan startup. Ini merupakan fase untuk menguji apakah startup nantinya mampu menghadirkan solusi untuk masyarakat dan bisa diterima oleh pasar.

Pentingnya validasi ide ditegaskan oleh Ario Tamat selaku Founder & CEO KaryaKarsa. Dalam The NextDev Podcast episode kedua, dia mengatakan bahwa validasi ide adalah pilar untuk menentukan langkah dari sebuah startup. 

“Validasi ide sangat penting. Salah satunya pada tahap fundraising, nantinya kita bisa meyakinkan mereka dengan data yang terukur. Misalnya dari website, kita dapat mengetahui jumlah orang yang mengunjungi website dan melakukan transaksi,” terang Ario. 

Yang diungkapkan Ario itu berbanding lurus dengan pencapaian KaryaKarsa. Startup penyedia platform untuk kreator konten tersebut telah meraih pendanaan tahap awal (seed funding) senilai US$500 ribu (sekitar Rp7 miliar) yang dipimpin oleh Accelerating Asia dan Sketchnote Partners. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pertumbuhan KaryaKarsa di pasa Asia Tenggara.  

Untuk melakukan validasi ide, bisa dimulai dari merancang user persona. Ini terkait siapa yang nantinya akan memakai produk kita. Setelahnya dilakukan wawancara untuk proses validasi atas hipotesis awal. Dari situ kemudian memetakan kemungkinan masalah yang mereka punya dan solusi yang akan ditawarkan. 

“Terpenting kita buat MVP (Minimum Valuable Product). Intinya adalah jangan membuat produk keseluruhan dulu, tetapi bikin representasi dari produk tersebut sehingga menimbulkan kesan siap pakai,” imbuh Ario.

Salah satu contoh yang diberikan Ario adalah memfungsikan landing page dan CTA. Dari data tersebut bisa dianalisis minat dari para customer terhadap produk tersebut. 

Sementara untuk proses validasi ide sendiri bisa didapatkan melalui banyak medium. Bisa dari sosial media, Youtube, buku, insight dari founder-founder startup lain, dan juga dari pengalaman pribadi—sebagaimana yang dialami Ario.  

Sebelum mendirikan Karyakarsa, Ario sempat merintis dua startup sekaligus, di sektor music streaming dan event tech. Dia juga pernah merilis e-book yang menarik minat beberapa orang. Ini yang kemudian menjadi validasi atas ide Karyakarsa. 

“Ternyata ini bisa menjadi validasi awal bahwa distribusi karya bisa disandingkan dengan komisi kepada kreatornya. Orang juga meggunakan e-wallet dalam transaksinya, ini juga menjadi komponen penting.”

Juri The NextDev Summit itu juga menyatakan bahwa ide startup harus berdasarkan pada realitas yang terjadi di masyarakat dan bukan sekadar keinginan pribadi. Sebab, hal itu bisa memengaruhi daya jual kita di pasar sehingga memengaruhi eksistensi dari startup itu sendiri. 

***

Ikuti terus rangkaian seri The NextDev Podcast hanya di channel The NextDev Hub.