The NextDev Podcast: Growth Hacking Jitu Ala Gojek


Published 17 Jun 2022 8:22

Growth hacking menjadi elemen penting bagai para startup yang baru merintis bisnisnya. Strategi ini merupakan kombinasi dari marketing, data, dan teknologi yang bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah pelanggan saja, tetapi juga membuat brand lebih mampu bersaing dengan kompetitor. 

Claristy, Senior Growth Marketing Manager Gojek, menekankan pentingnya growth hacking dalam sebuah startup. Mulai dari menghasilkan produk tepat guna sehingga membuat user menjadi lebih loyal serta menaikkan value dari brand itu sendiri. Claristy menambahkan bahwa para pelaku startup sebaiknya memiliki growth hacking mindset yakni mampu berpikir analitis, berbasis kreativitas, dan metrik sosial.

“Mentalitas dan kultur growth hacking itu penting banget karena bisa menjadi bahan bakar ketika startup kian membesar dan membutuhkan inovasi,” kata Claristy dalam The NextDev Podcast. 

Ditambahkan Claristy, ada tiga pilar penting yang wajib dimiliki oleh tim growth hacking. Pemahaman akan produk yang pertama, kemudian database yang dimiliki perusahaan, dan yang ketiga adalah marketing. 

“Jadi tiga hal ini dikombinasikan dan harus berada di DNA-nya tim growth. Dari situ dicari strategi yang tepat untuk hit the target dengan cara yang paling efektif, efisien, dan cepat,” terang Claristy. 

Pada dasarnya target yang dimiliki setiap perusahaan berbeda-beda. Ada yang berfokus kepada bertambahan user acquisition, kemudian retention, serta revenue. Masing-masing metric itulah yang kemudian menjadi target dari sebuah tim growth hacking—tergantung dari target perusahaan. 

Kata Claristy, ada tiga prinsip dalam growth hacking. Testable (melakukan berbagai tes untuk mendekati user), trackable (pelacakan perilaku user), scalable (meningkatkan jangkauan). 

Terpenting adalah jangan takut untuk melakukan kesalahan. Sebab, dari kesalahan itu kita bisa menganalisis untuk kemudian menjalankan strategi lain yang lebih berpotensi mencapai target. Setelah melakukan A/B testing, misalnya, kita jadi mengerti bahwa strategi mana yang tepat untuk diterapkan oleh perusahaan.  

It’s okay to fail. Kita jadi tahu campaign atau channel yang kita jalankan enggak oke lalu kita bisa move on ke channel lainnya,” tambah Claristy. 

Dengan penerapan growth hacking, Claristy berharap startup-startup yang baru bisa terpacu untuk berinovasi  sehingga bisa memberikan dampak positif untuk masyarakat. 

“Karena Anda mengacu pada data, memahami keinginan customer, dan channel yang akan digunakan, nantinya produk yang Anda tawarkan akan menjadi lebih tepat guna,” ujar Claristy.

***

Ikuti terus rangkaian seri The NextDev Podcast hanya di channel The NextDev Hub.